Makalah Tentang HIV/AIDS
- SMK NEGERI JUMO
Penyusun;
WAHYU SRIYANTO
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana
dengan hidayah-Nya, kami telah dapat menyelesaikan sebuah makalah tentang
HIV/AIDS guna memenuhi salah satu tugas Penjaskes.
Tidak lupa ucapan rasa terima kasih
kami haturkan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril
maupun materil dalam pembuatan makalah ini. Sehingga pembuatan makalah ini bisa
berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.
Dengan
adanya makalah ini, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat baca dan
belajar teman-teman. Selain itu, kami juga berharap semua dapat mengetahui dan
memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita.
Kami menyadari bahwa makalah yang disusun ini jauh dari apa
yang dikatakan sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya konstruktif serta membangun sangat kami
harapkan, agar penulisan karya-karya tulis di masa yang akan datang dapat
mendekati apa yang dikatakan sempurna. Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin……………………………………
Temanggung,17
November 2014
Penulis
WAHYU SRIYANTO
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ........................................................................................................................... i
DAFTAR ISI
......................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah........................................................................................................................
1
B.
Rumusan
Masalah ................................................................................................................................ 1
C.
Tujuan
.................................................................................................................................................. 1
D. Manfaat ................................................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Virus HIV/AIDS................................................................................................................
2
B. Penemu
Virus HIV/AIDS....................................................................................................................
3
C. Sejarah
Virus HIV/AIDS.....................................................................................................................
3
D. Gejala
Virus HIV/AIDS.......................................................................................................................
3
E. Penularan
Virus HIV/AIDS..................................................................................................................
4
F. Penanggulangan
Virus HIV/AIDS.......................................................................................................
4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................................................................
6
B. Saran.....................................................................................................................................................
6
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Temanggung merupakan salah satu kota yang jumlah pengidap
penyakit HIV/AIDS terbanyak, walaupun kota kecil dari survei yang ada. Hal ini
dikarenakan Temanggung merupakan salah satu jalur menuju kota-kota besar.Mendengar kata
virus mungkin yang ada di pikiran kalian adalah sesuatu yang membahayakan,
apalagi mendengar virus HIV/AIDS. Kita semua mungkin sudah banyak mendengar
cerita-cerita menyeramkan tentang HIV/AIDS, apalagi penyebaran HIV/AIDS ini
berlangsung secara cepat dan mungkin sekarang sudah ada di sekitar kita.
Sejauh ini belum ada obat untuk
menyembuhkan penyakit HIV/AIDS ini, bahkan penyakit ini belum tentu bisa
dicegah dengan vaksin. Tapi kita tidak perlu takut, dengan membiasakan
berperilaku sehat dan bertanggung jawab serta senantiasa memegang teguh ajaran
agama, maka kita akan terbebas dari HIV/AIDS.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian dari Virus HIV/AIDS ?
2. Bagaimana
sejarah Virus HIV/AIDS ?
3. Apa
saja gejala Virus HIV/AIDS ?
4. Bagaimana cara penularan Virus HIV/AIDS?
5. Bagaimana cara penanggulangan Virus
HIV/AIDS ?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian Virus HIV/AIDS.
2.
Mengetahui dan memahami sejarah Virus HIV/AIDS.
3.
Mengetahui dan mendeskripsikan gejala Virus HIV/AIDS.
4. Mengetahui cara penularan Virus HIV/AIDS.
5. Mengetahui cara penanggulangan Virus
HIV/AIDS.
D. Manfaat
Adapun manfaat
yang ingin penulis capai adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca,
utamanya bagi sesama pelajar dan generasi muda tentang HIV/AIDS, sehingga
dengan demikian kita semua dapat berusaha untuk menghindari diri dari penyakit
HIV/AIDS ini. Meskipun informasi yang penulis berikan melalui makalah ini adalah
sebagian kecil dan masih banyak kekurangan, tetapi setidaknya isi dari makalah
ini dapat dijadikan petunjuk untuk mengetahui tentang penyakit HIV/AIDS.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Virus HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab
AIDS yang menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian terpenting
dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini hidup di dalam darah penderita
HIV, virus ini juga tidak memandang usia, warna kulit, orientasi seksual, agama
maupum faktor pembeda lainnya. Sekali saja HIV hidup dalam tubuh kita, itu
artinya kita sudah terinfeksi virus ini, dan sejauh ini belum ada obat untuk
memusnahkan virus HIV ini, namun masih banyak upaya-upaya yang dapat kita
lakukan untuk menghindari virus HIV.
AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah kumpulan
gejala penyakit syndrome akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Atau
suatu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus)
yang merusak sel-sel kekebalan tubuh manusia.
Dalam
proses perkembangan virus HIV dari infeksi menjadi penyakit AIDS ada 4 fase,
yaitu :
B. Penemu Virus HIV/AIDS
London – Dua ilmuan yang menemukan HIV
berbagi Nobel Kedokteran dengan ilmuan yang mengaitkan HPV dengan kangker
rahim. Adapun kedua ilmuan ini masing- masing Barre Sinoussi dan Luc
Montagnier. Keduanya dinilai berjasa dengan penelitian mereka dalam menemukan
virus penyebab AIDS.
Komite Nobel mengatakan penemuan
kedua warga perancis itu amat vital dalam membantu para ilmuan memahami biologi
dari virus yang mengancam dunia.
Lebih
dari 25 juta orang meninggal karena HIV/AIDS sejak tahun 1981 dan di seluruh
dunia tercatat 33 juta orang yang mengidap virus HIV.
Temuan Sinoussi dan Montagnier
antara lain mendorong metode diagnose pasien maupun dalam memeriksa darah, yang
membatasi penyebaran wabah HIV/AIDS.
Walau
masih belum ditemukan obat untuk HIV,dalam beberapa tahun belakangan penyakit
itu tidak lagi menjadi hukuman mati langsung bagi penderitanya.
Pengobatan saat ini sudah berhasil
memperpanjang masa hidup pengidap HIV sampai puluhan tahun.Sementara itu Harald
zur Hausen, asal jerman, meraih Nobel Kedokteran karena jasanya dalam
mengaitkan HPV, atau human papilloma virus, dengan kanker rahim.
C. Sejarah Virus HIV/AIDS
AIDS bermula dari daratan Afrika. Sejarah HIV/AIDS ini
bermula dari kebiasaan masyarakat setempat mengosumsi daging kera. Darah kera
yang mengandung virus HIV itu lalu masuk ke tubuh manusia, dan kemungkinan
mereka menyantap daging kera teresebut karena budaya mereka. Virus ini menyebar
di benua Afrika jauh sebelum penelitian AIDS dilakukan. Namun kematian yang
dilaporkan bukan karena HIV/AIDS saja, melainkan penyakit seperti TBC dan sesak
napas lainnya, dan kemungkinan penyakit ini juga termasuk gejala-gejala awal
HIV/AIDS (namun ada juga yang tidak).
Sejarah HIV/AIDS lainnya bermula pada tahun 1983 dari
keberhasilan penelitian oleh Jean Claude Cherman dan rekannya Francoise Barre
Sinoussi dari Perancis, yang berhasil membuktikan bahwa virus HIV adalah
penyebab penyakit AIDS. Nama AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) sendiri
diberi nama oleh Centre for Disease Control and Prevention (CDC), di Atlanta,
AS. Sebelumnya Jean Claude Cherman menyebutnya HTLV-III atau LAV.
D. Gejala Virus HIV/AIDS
Gejala HIV AIDS tidak selalu muncul ketika terinfeksi AIDS.
Beberapa orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa hari hingga
berminggu-minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh demam, sakit kepala,
kelelahan, dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV AIDS bisa
jadi salah satu atau lebih dari ini semua biasanya hilang dengan sendirinya
dalam beberapa minggu.
Perkembangan penyakit sangat bervariasi setiap orang.
Kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun.
Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif menginfeksi dan
membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan memungkinkan kita
untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya. Virus HIV
menghancurkan sel-sel yang berfungsi sebagai “pejuang” infeksi primer, yang
disebut CD4 + atau sel T4. Setelah sistem kekebalan melemah, gejala HIV AIDS
akan muncul.
Gejala AIDS adalah tahap yang paling maju dari infeksi HIV.
Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200
CD4 + sel per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi yang umum
pada penyakit HIV lanjut, tetapi jarang terjadi pada orang sehat. Kebanyakan
kondisi ini adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit,
dan organisme lainnya. Infeksi oportunistik umum pada orang dengan AIDS. Hampir
setiap sistem organ yang terkena.
E. Penularan Virus HIV/AIDS
Virus HIV terdapat dalam darah, sehingga dapat disimpulkan
bahwa semua specimen yang berupa cairan tubuh yang berasal dari tubuh penderita
HIV dapat dipastikan infeksius dan sangat potensial untuk menularkan virus ini
pada orang lain (namun ada juga cairan lain yang tidak tercemar virus HIV ini,
salah satunya adalah air liur), termasuk ketika seorang penderita HIV positif
melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, dan bukan tidak mungkin bila
nanti pasangan seksualnya tersebut akan terinfeksi virus HIV juga, apalagi jika
tidak menggunakan pengaman (kondom).
Baik penderita pria maupun wanita sangat riskan untuk
menularkan virus HIV ini pada pasangan seksualnya ketika berhubungan
badan, yakni melalui cairan sperma bagi penderita pria, dan melalui darah
menstruasi atau cairan lain pada vagina bagi penderita wanita. Selain melalui
hubungan seksual, HIV juga dapat ditularkan melalui jarum suntik yang digunakan
bersamaan oleh seseorang yang terinfeksi HIV dengan orang yang tidak terinfeksi
HIV, dan kemungkinan besar orang yang tidak terinfeksi HIV ini akan terinfeksi
HIV. Virus HIV juga dapat ditularkan oleh seorang ibu yang positif terinfeksi
HIV kepada bayinya pada waktu hamil atau menyusui, karena air susu yang
diberikan sang ibu positif terinfeksi HIV.
F. Penanggulangan Virus HIV/AIDS
Hindari hubungan seksual diluar nikah, dan usahakan hanya
berhubungan dengan satu pasangan seksual saja, gunakan kondom untuk mengurangi
resiko penularan HIV saat berhubungan badan, ibu yang terinfeksi HIV saat hamil
sebaiknya melakukan terapi atau vaksinasi agar kemungkinan kecil bayi yang
dikandungnya tidak terinfeksi HIV juga, bagi penderita HIV sebaiknya tidak
melakukan donor darah, penggunaan jarum suntik seperti akupuntur, tato, tindik
harus dijamin sterilisasinya.
Adapun usaha-usaha yang dilakukan untuk mencegah penularan
HIV/AIDS, yaitu: memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada
seluruh masyarakat tentang HIV/AIDS, melalui penyebaran brosur, poster-poster
yang berhubungan dengan HIV/AIDS, melakukan seminar-seminar terbuka atau melalui
iklan diberbagai media massa baik itu media cetak maupun media elektronik.
Penyaluran-penyaluran ini harus dilakukan secara terus menerus dan
berkesinambungan kepada semua lapisan masyarakat, agar masyarakat dapat
mengetahui bahaya HIV/AIDS, sehingga berusaha menghindari diri dari sesuatu
yang dapat menyebabkan HIV/AIDS.
Bagi seseorang yang menderita AIDS sebaiknya selalu
memeriksakan darahnya sekitar 3-6 bulan sekali demi keselamatan pasangan
seksualnya, selalu mendekatkan diri pada Tuhan, dan bagi masyarakat harusnya
memberi dukungan pada penderita AIDS agar penderita AIDS ini lebih semangat
menjalani sisa hidupnya.
Dengan adanya usaha-usaha di atas, niscaya masalah AIDS
dapat diatasi, dan paling tidak dapat dicegah sedini mungkin, apalagi jika ada
partisipasi dari semua pihak.
BAB
III
PENUTUP
Demikian
yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis
banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah
di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna khususnya
bagi pembaca yang budiman pada umumnya.
A. Kesimpulan
Kesimpulan
dari makalah di atas itu, bawasannya kita harus Waspada terhadap Virus HIV
AIDS. Di atas juga menjelaskan tentang pengertian HIV AIDS, asal usul-nya, cara
penularannya, masa inkubasinya, gejalanya hingga yang beriso tinggi terkena HIV
AIDS.
Anda bisa
membacanya dengan lebih lengkap lagi di atas yang telah saya susun dengan rapi.
Kita sebagai orang yang sehat harus waspada terhadap virus tersebut, kalau bisa
kita juga jangan sampai terlibat/terkena virus HIV AIDS.
A. Saran
Saran saya
kepada si pembaca jangan mendekatlah dengan virus HIV AIDS agar kita tidak
terjerumus k dalam virus tersebut, biasanya orang yang terkena virus HIV itu
gara-gara orang itu psiko tinggi (heteroseksual) biasanya banyak terjadi pada
kaum perempuan yang selalu gonta ganti pasangan. Itulah saran dari saya,
terutama kepada kaum perempuan yang suka gonta ganti pasangan.
DAFTAR
PUSTAKA
